Rsud Bangli Dinilai Dalam Ajang Grssi-b Tingkat Provinsi Bali

  • 17 September 2015
RSUD Bangli Dinilai Dalam Ajang GRSSI-B Tingkat Provinsi Bali
Penjabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra menerima kunjungan Tim penilai Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) Provinsi Bali yang diketuai  dr. Ni Made Laksmiwati, Rabu (16/9) di RSUD Bangli. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSUD Bangli dr. Wayan Sudiana, M.Kes., Camat Bangli Wayan Wardana dan manajemen RSUD Bangli.
 
Direktur RSUD Bangli dr. Wayan Sudiana, M.Kes dalam laporannya menyampaikan, GRSSI-B merupakan suatu gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk peningkatan dan perbaikan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan, nifas dan kematian bayi.
 
Dikatakan juga, data persalinan di RSUD Bangli dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Dimana tahun 2013 tercatat terdapat 783 persalinan, 2014 terdapat 934 persalinan dan 2015 hingga semester I terdapat 495 persalinan. Dari data tersebut sempat di tahun 2013 terjadi kematian ibu melahirkan sebanyak 2 orang. Kematian ini disebabkan oleh Atonia Uteridan Aterm 40 minggu karena emboli air ketuban. Namun dari tahun 2014 hingga sekarang belum ditemukan lagi kasus ibu melahirkan meninggal di RSUD Bangli. Sedangkan data pasien obgyn yang dirujuk RSUD Bangli ke RS lainnya juga terus menurun, dimana pada tahun 2013 dari 783 persalinan RSUD Bangli merujuk 36 pasien atau 4,6%, sedangkan tahun 2014 dari 934 persalinan ada 17 rujukan atau 1,8% dan tahun 2015 ini hingga semester I dari 495 persalinan RSUD Bangli merujuk 2 pasien persalinan atau 0,6 %.
 
 
Sementara itu ketua tim penilai  Made Laksmiwati mengatakan, tujuan dilaksanakan evaluasi GRSSI-B adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi secara terpadu dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Menurutnya GRSSI-B menjadi perlu dievaluasi karena secara nyata memberikan kontribusi dalam menurunkan AKI dan AKB. Artinya rumah sakit sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat harus menekankan standarisasi, profesionalisme dan prinsip pelayanan publik sehingga dapat memaknai secara benar arti pentingnya kesehatan bagi masyarakat. Melalui Gerakan Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (GRSSI-B) dokter, bidan, perawat, manajemen rumah sakit dan semua unsur terkait di Rumah Sakit Umum Bangli harus bekerja dengan baik untuk menekan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi.  Oleh sebab itu Program GRSSI-B diharapkan menjadi momentum untuk peningkatankualitas pelayanan, khususnya terhadap ibu melahirkan dan bayi baru lahir. “kita berharap ibu sehat, anak sehat dan bangsa yang kuat dapat diwujudkan dari Kabupaten Bangli”harapnya
 
Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra pada kesempatan mengatakan, anak merupakan generasi penerus bangsa dan menjadi tumpuan serta harapan orang tua, oleh karena itu mereka perlu disiapkan agar kelak menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berperan serta secara aktif dalam pembangunan nasional. Sehingga gerakan sayang ibu dan bayi perlu dilakukan karena sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan. Pembentukan SDM yang berkualitas sangat ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan tak terjadi selama hamil dan sampai anak berusia lima tahun. Kelahiran ibu dan anak merupakan salah atu wujud hak asasi perempuan dan anak, sehingga kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir, merupakan tugas bersama antara pemerintah, masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi perempuan dan profesi. “Evaluasi ini merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui keberhasilan ataupun capaian terhadap program GRSSI-B”pungkasnya.
  • 17 September 2015

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita